Saya ingin mengenalkan Pertanian kita kepada kalian :D :
Padi merupakan tanaman yang menjadi konsumsi masyarakat kita
.di tempat kita itu namanya gepyokan , dibuat dari kayu biasa
dan dikelilingi jaring biru .Pemerintah bilang tentang peningkatan pangan
ini adalah padi kita . Penyuluh biasa melakukan tugasnya di saat" tanam
dan pengenalan varietas" padi. di beberapa petak terkadang menjadi salah satu
percontohan .Petani sedikit kelelahan dengan sistem yang dipakai pemerintah .
Kadang pemerintah begitu saja membagikan mesin" tapi dalam fase tertentu
pemerintah ngga mencapai targetnya ,
karna Bagian itu adalah ladang pendapatan buruh tani . Orang Indonesia
terkenal dengan sifat Pengertian , Tentu pemilik lahan lebih memilih
mempekerjakan buruh tani daripada mesin . Itu hal yang wajar terjadi di Indonesia
, khususnya jawa . Di luar jawa seperti sulawesi . Pemakaian mesin" canggih
pra dan pasca panen sudah disebarluaskan di tanah yang luas . mudah saja karna
secara sistem permasyarakatan itu tak masalah , berbeda di jawa yah
, Buruh tani sendiri bekerja Kedalaman penanaman sesuai dengan keinginan petani
Jika anda pernah merasa harga padi terlalu tinggi dan suka protes
saya akan bagikan pengalaman saya selama membantu pasca pemanenan
padi secara manual .
Pertama menghadapi teriknya panas matahari ,
Masuk ke lumpur dan beruntunglah jika ngga kena lintah :D ,Kamu harus
ngasah Arit dulu biar tajem kalo nebas batang padinya.
Siapin topi /tudung + lengan & clana panjang . jangan kaget kalo
ketemu ular . Pemanasan , pegang batangnya dan tebas bagian bawah batang padi
dengan arit . Lakukan terus seperti itu sampe batang di petak sawah yg tertanam
padi siap panen habis . Rasakan sensasi panas + pegalnya punggung
Saya jamin orang yang suka ngeluh ngga sanggup ngatasi lah .
Lelahnya melakukanya di lahan 1/2 hektar itu seperti berlari 15 kali memutari lapangan bola .
2 Hari setelahnya rasakan gatal" akibat serangan serangga dll , efeknya baru muncul setelah
2 hari melakukannya lho wkwkwk .
Nah kata" itu blm cukup mewakili apa yang saya alami

0 komentar:
Posting Komentar